Teori Belajar Skinner

Minggu, 29 Desember 2013



Menurut skinner, hampir semua perilaku manusia diidentifikasi jatuh ke dalam 2 kategori perilaku responden dan perilaku operan. Perilaku responden adalah perilaku tanpa sengaja. Agar perilaku responden terjadi, diperlukan stimulus yang terjadi pada organism. Contohnya stimulus dari binatang kecil yang mengganggu terhadap mata anda akan menyebabkan anda berkedip dan suatu peristiwa yang memalukan menyebabkan anda bermuka merah.


Sedangkan perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan yang berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian yang muncul karena adanya stimulus tertentu. Dilihat dari pengertian ‘operan” sendiri, menjelaskan bahwa seluruh perilaku yang beroperasi pada lingkungan untuk menghasilkan peristiwa atau tanggapan dalam lingkungan. Jika kejadian atau tanggapan yang memuaskan maka kemungkinan perililaku operant akan diulang secara terus menerus bahkan akan ditingkatkan. 

Contoh perilaku operan yang mengalami penguatan adalah: anak kecil yang tersenyum mendapat permen oleh orang dewasa yang gemas melihatnya, maka anak tersebut cenderung mengulangi perbuatannya yang semula tidak disengaja atau tanpa maksud tersebut. Tersenyum adalah perilaku operan dan permen adalah penguat positifnya.

EKSPERIMEN
Skinner membuat eksperimen sebagai berikut: dalam laboratorium, Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik.

Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shaping.

Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulu-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. 

Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb). Bentuk-bentuk penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa dll).

Beberapa prinsip belajar Skinner antara lain:
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi    penguat.
2.  Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3.  Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4.  Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini lingkungan perlu diubah,    untuk menghindari adanya hukuman.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya. Hadiah diberikan dengan   digunakannya jadwal variable rasio reinforcer.
7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.

APLIKASI TEORI SKINNER TERHADAP PEMBELAJARAN

Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
-      Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.
-      Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
-      Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
-      Materi pelajaran digunakan sistem modul.
-      Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.
-      Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
-      Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.
-      Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.
-      Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.
-      Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu)
-      Tingkah laku yang diinginkan, dianalisis kecil-kecil, semakin meningkat mencapai tujuan.
-      Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.
-      Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.
-      Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
-      Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru berat, administrasi kompleks.

0 komentar:

Posting Komentar